Covid-19 Melandai, Bupati Adnan Serahkan Ranperda Pencabutaan Perda Wajib Masker
TP PKK sosialisasi BIAN dan sinergitas antar lembaga untuk vaksin covid
Dampingi Kapolda Pantau vaksin massal, Bupati Takalar : Bulan ini target 100 persen
| Bupati Takalar H. Syamsari mendampingi Pangdam XIV Hasanuddin, dan Kapolda Sulsel memantau proses screening dalam vaksinasi massal di Kecamatan Galesong |
Sebelumnya, Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs. Nana Sujana,M.M juga melakukan pemantauan vaksin massal sekaligus video confrence di Desa Lassang, Kecamatan Polongbangkeng Utara, pada Bulan Januari lalu.
Kali ini, Kapolda bersama Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Muhammad, Kabinda Sulsel Brigjen TNI Dwi Surjadmodjo, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel DR Abdul Hayat Gani, M.Si, Kapolres Takalar AKBP Gotam Hidayat, S.IK., M.Si, Bupati Takalar H. Syamsari Kitta, S.Pt., MM, Dandim 1426 Takalar Letkol Czi Catur Witanto, S. IP, M. Si, M. Tr di di SDN No.115 Inpres Galesong, Kecamatan Galesong.
Dalam pementauan sekaligus video confrence dengan Presiden RI tersebut dan Kapolri tersebut, juga disertai pemberian sembako kepada masyarakat yang ikut vaksinasi.
"Peningkatan penyebaran omicron sangat pesat selama sepekan terakhir. Olehnya itu, dibutuhkan kerja bersama, Kabinda, Forkopimda kabupaten, tokoh masyarakat dan pemuka agama dalam menghadapi peningkatan pesat varian baru ini. Menerapkan protokol kesehatan termasuk vaksinasi," Kata Kapolda Irjen Pol Nana Sudjana.
Selain protokol kesehatan, Kapolda juga menekankan kepada vaksinator agar memperhatikan masa kadaluarsa vaksin karena adanya beberapa vaksin yang akan expired, agar dilakukan juga pendataan masyarakat yang belum melaksanakan vaksin.
Sementara itu, Bupati Takalar H. Syamsari yang mendampingi para petinggi di Sulawesi Selatan tersebut menyampaikan bahwa saat ini capaian vaksinasi kabupaten Takalar 83 persen untuk dosis pertama.
"Kita targetkan bulan ini sudah mencapai 100 persen, dan untuk dosis kedua kita targetkan bisa terealisasi hingga bulan Maret," kata H. Syamsari.
Ikuti Instruksi Presiden, Abdul Hayat Akan Libatkan LSM dan Ormas Percepat Vaksinasi
| Foto : Sekprov Sulsel turut memantau proses vaksinasi massal di Takalar (Sumber : Humas Pemprov Sulsel) |
Dalam arahannya, Presiden Jokowi menekankan agar pemerintah provinsi dan kabupaten kota konsentrasi untuk mempercepat vaksinasi dosis dua dan booster, karena capaiannya masih rendah. Rata-rata dibawah 60 persen. Kemudian, vaksinasi untuk lansia.
"Data terakhir, 69 persen pasien yang meninggal dunia karena Omicron ini adalah lansia dan belum divaksin," kata Jokowi.
Omicron, lanjut Presiden, hanya bisa dikendalikan dengan vaksinasi lengkap dan taat protokol kesehatan. Hal inilah yang harus terus disosialisasikan ke masyarakat.
Sementara, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, yang ditemui usai kegiatan virtual, mengatakan, target vaksinasi di Sulsel mencapai 7 juta orang. Untuk dosis satu, baru sekitar 85 persen dan dosis dua baru 50 persen. Karena itu, vaksinasi dosis dua ini harus terus didorong.
"Vaksin kedua kita masih kurang. Begitupun booster. Yang paling kurang lagi adalah lansia dan anak. Inilah yang harus kita dorong. Sekarang yang banyak meninggal adalah yang lansia belum divaksin," ungkap Abdul Hayat.
Abdul Hayat optimistis, capaian vaksinasi bisa lebih tinggi dengan memaksimalkan potensi LSM, Organisasi Masyarakat (Ormas), hingga partai politik untuk mengambil bagian dan berkontribusi dalam percepatan vaksinasi.
"Sekarang banyak LSM. Ada juga parpol. Kemarin saya di Pemuda Panca Marga, vaksin sekitar dua ratus orang. Kita harap ini jadi model bagi organisasi lain di Sulsel," ujarnya.
Sementara, Pangdam IV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Muhammad, semua Forkopimda harus bersinergi untuk melakukan percepatan vaksinasi. Termasuk bersama-sama membangun kesadaran masyarakat agar mau divaksin dan taat protokol kesehatan.
"Vaksin lansia dan anak-anak masih rendah. Kita harus percepat. Habiskan stok vaksin yang ada, jangan sampai kedaluwarsa," kata Pangdam.
Senada disampaikan Kapolda Sulsel, Nana Sujana. Apalagi, terjadi lonjakan terkonfirmasi positif Covid 19 yang cukup tinggi di Sulsel, dalam dua pekan terakhir.
"Kita harus ambil langkah pencegahan. Kalau lihat kerumunan, bubarkan. Kita juga akan aktifkan kembali operasi yustisi untuk melindungi masyarakat dari virus ini," pungkasnya.
Di sela pelaksanaan Vaksinasi Massal Polres Takalar untuk Masyarakat Kabupaten Takalar ini, juga diserahkan bantuan sembako untuk warga kurang mampu.
Tim Vaksinator bakal door to door, Sekda Takalar : Kita harus tinggalkan cara lama
| Sekda Takalar memberikan arahan kepada kepala desa dan lurah dalam rangka pelaksanaan vaksinasi door to door |
Menitikata.com - TAKALAR, Sekretaris Daerah H. Muh. Hasbi, S.Stp., M.Ap kembali mengevaluasi capaian vaksin ditingkat desa/ kelurahan dengan menghadirkan masing-masing kepala desa dan lurah, Jumat (18/2/2022).
Evaluasi yang dilangsungkan di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar tersebut sekaligus membahas terkait teknis pelaksanaan vaksin door to door yang akan dilaksanakan 10 hari kedepan.
Kabupaten Takalar ditargetkan mampu mencapai 100 persen dosis pertama pada 28 Februari mendatang, yang saat ini berada pada capaian 84 persen.
Untuk mencapai angka tersebut, tim vaksinator akan menjemput 'bola' dengan cara menurunkan tim vaksinator kabupaten door to door ke setiap rumah warga yang belum untuk melakulan vaksinasi.
"Harus ada langkah solutif untuk mencapai angka 16 persen pada 10 hari terakhir di Bulan Februari. Setelah kita duduk bersama stakeholder terkait memikirkan solusinya maka ditetapkanlah door to door ini atau mobile vaksin atau vaksinator bergerak dari rumah kerumah untuk memvaksin warga yang belum di vaksin," jelas H. Hasbi.
Lebih detail, Ia menjelaskan bahwa tim vaksinator yang akan door to door mendapat pengawalan dari aparat desa dan aparat keamanan menyisir rumah warga yang belum di vaksin.
"Jadi tim vaksinator akan didampingi oleh kepala desa, babinsa/ babhinkamtibmas masing-masing menyisir rumah warga," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dr. Rahmawati menjelaskan teknis pelaksanaan mobile vaksin yang akan mulai Sabtu 19 Februari-28 Februari.
"Tim akan mendatangi rumah warga berdasarkan pemetaan dan data real dari kepala desa dan camat. Sehingga tim vaksinator hanya akan mendatangi warga yang belum divaksin," jelas Kadis Kesehatan dr. Rahmawati.
Kemudian, lanjut dr. Rahma, selain tim vaksinator kabupaten yang berjumlah 23 orang, ada juga bantuan dari tim vaksinator Provinsi mulai 21-28 Februari, namun akan melakukan vaksin secara terpusat tidak door to door yang akan dibantu oleh kepala desa dan lurah.
Serta bantuan tim vaksinator dari kampus IPDN dan Lantamal yang akan melakukan vaksin pada 26-27 Januari secara terpusat dibantu oleh Dinas kesehatan.
"Tidak hanya menyasar rumah ke rumah tetapi juga menyasar ke sekolah dasar. Jadi, selain di desa juga akan dilakukan vaksinator di sekolah selama 10 hari kedepan," pungkas dr. Rahma.
Tim bakal Jemput "Bola" demi capaian 100 persen vaksinasi di Takalar
| Bupati Takalar memantau proses vaksinasi |
Menitikata.com - TAKALAR, Pemerintah Kabupaten Takalar bersama Polres melakukan analisis dan evaluasi vaksinasi di Mapolres Takalar, 15 Februari 2022.
Hadir pada kesempatan itu Kapolres Takalar AKBP Ghotam Hidayat , Sekda Takalar Muhammad Hasbi. Kadis Pendidikan, Irwan, Kadis Kesehatan, dr. Rahmawati, dan Kadis Dukcapil Abdul Wahab.
Muhammad Hasby pada pertemuan itu menyampaikan agar segera menuntaskan vaksinasi hingga mencapai 100 persen. Untuk langkahnya, Hasbi meminta agar melakukan pola jemput bola dengan mendatangi rumah ke rumah. Apalagi, warga Takalar tinggal menyisahkan 17 persen yang belum vaksinasi.
“Ini kita harus jemput bola karena waktu semakin mendesak, target vaksinasi 100 persen di Takalar harus dimaksimalkan akhir Februari ini,” kata Hasbi.
Hasby melanjutkan, jika kerja door to door yang dilakukan ini adalah sebuah bentuk inovasi pelayanan kepada masyarakat yang diinginkan oleh Bapak Bupati Takalar, H. Syamsari
Selain itu, pola door to door diharapkan mampu menggenjot progres vaksinasi yang ingin dicapai pemerintah Takalar.
“Kita buat inovasi pelayanan, kali ini petugas vaksinasi yang berkunjung ke rumah warga. nantinya pihak Dinas Kesehatan mengambil data dari para kepala desa lewat by name by address dan telah diberi tanda di rumahnya, selanjutnya petugas vaksin bersama pak Babinsa, Babinkantibmas dan petugas desa mendatangi rumah warga tersebut,” ungkap mantan Kadis Pertanian itu.
Kapolres Takalar AKBP Ghotam Hidayat, sangat menyambut baik dan mengamini langkah yang ingin dilakukan pemerintah kabupaten Takalar. Menurutnya, segala hal yang menyangkut kemaslahatan masyarakat akan didukung.
“Langkah model jemput bola atau door to door yang digagas pemerintah Takalar ini perlu diapresiasi dan akan kami dukung, Insya Allah demi kemaslahatan masyarakat kami back up total,” ucap Kapolres yang baru menjabat dua pekan ini.
Saat ini pemerintah kabupaten Takalar berada pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level II disingkat PPKM L2 dan untuk capaian vaksinasi ada pada angka 83 persen berdasarkan data rilis KPCPEN pertanggal 15 Februari 2022.
Peringatan hari jadi ke-62 Takalar, TP PKK Takalar gebrak masker jilid 2
| Pengurus TP PKK Takalar berfoto bersama usai membagikan masker |
Menitikata.com - TAKALAR, Tim penggerak PKK Kabupaten Takalar membagikan masker serentak di sepuluh kecamatan se-Kabupaten Takalar, Selasa (8/2/2022).
Pembagian masker dalam rangka hari jadi ke-62 tahun kabupaten Takalar, yang dilaksanakan bertepatan dengan jadwal rapat rutin TP PKK bulan Februari.
Sasaran dalam gebrak masker ini yakni, masyarakat secara keseluruhan sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 varian omicron yang saat ini kembali meningkat.
"Kita menjadi duta perilaku di masing-masing kecamatan. Saat ini dengan merebaknya covid-19, maka dari itu kita berkomitmen sebagai kader dan pengurus untuk menjadi contoh kepada masyarakat untuk tetap menjaga prokes, dan salah satu yang paling penting adalah memakai masker," kata Dr. Hj. Irma Andriani, S.Pi, M.Si.
Hj. Irma menambahkan, gerakan bagi masker ini bisa disebut gebrak masker jilid 2 oleh TP PKK, setelah gebrak masker jilid 1 yang dilaksanakan tahun lalu.
"Boleh dibilang ini gebrak masker jilid 2, Meskipun tidak separah gejala covid varian delta, tapi kita harus tetap waspada dan memperketat prokes agar tidak terserang varian omicron," tambahnya.
Pembagian masker ini dilaksanakan pada 100 titik yakni masing-masing desa dan kelurahan yang dilaksanakan oleh tim penggerak PKK desa/kelurahan.
HARI KORPRI
HARI PAHLAWAN NASIONAL
Featured Post
Bupati Takalar Daeng Manye Lantik TP. PKK Kab. Takalar Masa Bakti 2025-2030
Menitikata.com - TAKALAR. Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM melantik Ketua dan Pengurus TP. PKK Kab. Takalar, Rabu 19 M...



