Tampilkan postingan dengan label covid-19. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label covid-19. Tampilkan semua postingan
BLUD RS HPDN Raih predikat paripurna dari KARS,  dr. Ruslan Ucapkan Terima Kasih Kepada Semua Pihak

BLUD RS HPDN Raih predikat paripurna dari KARS, dr. Ruslan Ucapkan Terima Kasih Kepada Semua Pihak


Menitikata.com - TAKALAR. Sepekan yang lalu Rumah Sakit Badan Layanan  Umum Haji Padjonga Daeng Ngalle (RS BLUD) kabupaten Takalar  berhasil meraih predikat paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah sakit (KARS) salah satu lembaga independen yang diakui secara Nasional dan Internasional.

Sebuah prestasi yang patut dibanggakan, tentunya hal itu tak lepas dari peran serta pihak pemerintah Daerah dan menejemen Rumah sakit. dr.Ruslan Ramli yang saat ini diamahkan memimpin BLUD Haji Pajonga Deang Ngalle pun tidak menapik adanya stakholder yang terlibat sehinggah  mendapatkan predikat paripurna itu.

"Mustahil capaian ini kami raih tanpa peran serta dari pihak pemerintah Daerah dan kerja keras seluruh Civitas Hospitalia RS Padjonga. Olehnya itu kami dari pihak menejemen mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan  pembinaan dari bapak Pj Bupati  bersama Sekda Takalar selaku ketua Dewan Pengawas Rumah Sakit" ungkapnya saat dihubungi via whats app, Kamis, 23/03/2023 

Alumni kedokteran Universitas Hasanuddin itu pun berharap pihak menejemen Rumah sakit Haji Pajonga Daeng Ngalle tidak berhenti berkarya sampai disini, menurutnya hal ini baru babak permulaan jika ingin melakukan kerja dan karya nyata yang bisa dirasakan oleh masyarakat

"Predikat paripurna merupakan tanggung jawab besar. Tidak boleh berhenti disini, kedepan kita akan terus membenahi pelayanan dan penguatan kapasitas SDM. Intinya, kerja dan karya agar dapat  dirasakan dan dinikmati manfaatnya oleh masyarakat" tambah dokter yang dikenal bersahabat itu.

Predikat paripurna ini adalah yang pertama disematkan untuk rumah sakit  BLUD Haji Pajonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar. Hal itu berdasarkan hasil penilaian tertinggi yang diberikan KARS terhadap manajemen mutu dan keselamatan pasien yang diterapkan di sebuah rumah sakit.

Saat ini di Indonesia terdapat enam lembaga independen penyelenggara akreditasi RS dengan berbagai akronim yang hampir mirip KARS, LAFKI, LARS-DHP, LARS, LAM-KPRS, LARSI. keenam lembaga Independen tersebut dapat menjadi rujukan dari Rumah Sakit yang ingin melakukan pengujian Akreditasi, setiap rumah sakit akan diberi tingkat akreditasi berdasarkan kualitas pelayanan terhadap pasien.
Covid-19 Melandai, Bupati Adnan Serahkan Ranperda Pencabutaan Perda Wajib Masker

Covid-19 Melandai, Bupati Adnan Serahkan Ranperda Pencabutaan Perda Wajib Masker


Menitikata.com - GOWA. Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah atas Pencabutan Perda Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Wajib Memakai Masker dan Penerapan Protokol Kesehatan dalam Pencegahan Penyerabaran Corona Virus Disease 2019. 

Hal itu dilakukan karena Covid-19 berhasil dilakukan pengendalian ditambah Presiden RI, Joko Widodo telah resmi mencabut pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di seluruh wilayah Indonesia. 

"Hari ini kita menyerahkan Ranperda terkait dengan wajib memakai masker dan penerapan protokol kesehatan karena sekarang PPKM sudah dicabut oleh Bapak Presiden sehingga tidak ada lagi pembatasan, maka kita juga berharap perda ini dicabut," ungkapnya pada Rapat Paripurna di Ruang Rapat Paripurna DPRD Gowa, Kamis (16/2). 

Adnan mengaku pencabutan ini harus segera dilakukan. Pasalnya dalam perda tersebut memuat sanksi-sanksi khususnya dalam hal pembatasan. 

"Kenapa harus dicabut, karena di dalam Perda ini memuat sanksi bagi masyarakat. Jadi apabila itu tetap berlaku sementara sudah tidak ada lagi yang namanya pembatasan berarti tidak perlu lagi diberlakukan makanyakita turun ke DPRD untuk segera dilakukan pecabutan," jelasnya. 

Tak hanya menyerahkan Ranperda Pencabutan, orang nomor satu di Gowa itu juga menyerahkan Ranperda tentang Perubahan atas Perda Kabupaten Gowa Nomor 15 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Tahun 2021-2032. 

Perubahan Ranperda ini kata Adnan dilakukan, karena perda tersebut sudah lama dan terdapat perubahan-perubahan tata ruang di wilayah Kabupaten Gowa. 

"Perda tata ruang ini kita jadikan sebagai acuan tata ruang kita di Kabupaten Gowa dan Perdanya dari tahun 2012 atau sejak 11 tahun yang lalu. Namun melihat perkembangan pembangunan Kabupaten Gowa yang semakin besar maka Perda ini perlu dilakukan penyesuaian-penyesuaian agar para investor mendapatkan kepastian mana lokasi wilayah yang tidak boleh mereka bangunin mana yang boleh," jelasnya. 

Olehnya ia berharap kedua buah Ranperda ini bisa segera dilakukan pembahasan sesuai mekanisme dan perundang-undangan yang ada agar segera disahkan menjadi sebuah peraturan daerah. 

Turut hadir Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni, Forkopimda Gowa dan SKPD Lingkup Pemkab Gowa.
TP PKK sosialisasi BIAN dan sinergitas antar lembaga untuk vaksin covid

TP PKK sosialisasi BIAN dan sinergitas antar lembaga untuk vaksin covid


Menitikata.com - Tim Penggerak PKK kabupaten Takalar melaksanakan Sosialiasasi Bulan Imunisasi Anak Nasional (Bian) dan mengajak antar lembaga untuk turut aktif melaksanakan vaksinasi covid-19 berlangsung di Gedung PKK Takalar, Senin (6/6/2022).  

Sosialisasi Bian diselenggerakan  untuk menggenjot capaian imunisasi dikabupaten Takalar yang selama dua tahun tidak pernah dilaksanakan karena pandemi Covid-19.

Hal ini berdampak terhadap anak-anak yang mulai terkena campak karena imunisasi yang tidak lengkap. Hal inilah juga yang melatar belakangi pelaksanaan Bian oleh Pemerintah pusat. 

Dalam sosialisasi tersebut, Wakil ketua II PKK Takalar Suhainah Hasbi menyampaikan bahwa kabupaten Takalar berada pada urutan ke-21 dari 24 kabupaten kota di Sulawesi Selatan imunisasi anak. 

"Takalar berada di urutan ke 21 dari 24 kabupaten dalam hal imunisasi anak nasional.  Olehnya itu, saya berharap ini menjadi motivasi bagi kita untuk meningkatkan imunisasi anak di Takalar," Kata Wakil ketua II Suhainah Hasbi. 

Sementara itu, Ketua PKK Takalar Dr. Hj. Irma Andriani  menegaskan kepada seluruh ketua TP PKK tingkat kecamatan dan desa untuk bergerak aktif mengintervensi warganya yang memiliki balita untuk imunisasi dan melakukan vaksin covid-19. 

Ketua dan Kader PKK ditingkat desa menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan imunisasi  anak dan vaksin karena bersinggungan langsung dengan masyarakat. 


"Takalar cukup mendapatkan PR karena kita urutan ke empat dari bawah. Kita harus aktif bergerak bersama menggenjot vaksinasi dan imunisasi. Jadi tolong ibu-ibu PKK untuk turut membantu menyukseskan ini termasuk imunisasi juga, disampaikan kepada bapak kepala desa dan lurah masing-masing dirumah," Kata Dr. Hj. Irma Andriani. 

Ketua PKK Takalar menyampaikan akan turun ke desa dan kelurahan untuk memantau dan melakukan pembinaan. Baik itu dalam hal imunisasi dan vaksinasi maupun administrasi PKK ditingkat desa dan kelurahan sebagai rangkaian dari pra HKG yang dimulai bulan ini.
Dampingi Kapolda Pantau vaksin massal, Bupati Takalar : Bulan ini target 100 persen

Dampingi Kapolda Pantau vaksin massal, Bupati Takalar : Bulan ini target 100 persen

Bupati Takalar H. Syamsari mendampingi Pangdam XIV Hasanuddin, dan Kapolda Sulsel memantau proses screening dalam vaksinasi massal di Kecamatan Galesong

Menitikata.com - TAKALAR, Kabupaten Takalar kembali menjadi pilihan Kapolda Sulsel untuk melakukan pemantauan vaksinasi massal. 

Sebelumnya, Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs. Nana Sujana,M.M juga melakukan pemantauan vaksin massal sekaligus video confrence di Desa Lassang, Kecamatan Polongbangkeng Utara, pada Bulan Januari lalu. 

Kali ini, Kapolda bersama Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Muhammad,  Kabinda Sulsel Brigjen TNI Dwi Surjadmodjo, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel DR Abdul Hayat Gani, M.Si, Kapolres Takalar AKBP Gotam Hidayat, S.IK., M.Si, Bupati Takalar H. Syamsari Kitta, S.Pt., MM, Dandim 1426 Takalar Letkol Czi Catur Witanto, S. IP, M. Si, M. Tr di di SDN No.115 Inpres Galesong, Kecamatan Galesong. 

Dalam pementauan sekaligus video confrence dengan Presiden RI tersebut dan Kapolri tersebut, juga disertai pemberian sembako kepada masyarakat yang ikut vaksinasi. 

"Peningkatan penyebaran omicron sangat pesat selama sepekan terakhir. Olehnya itu, dibutuhkan kerja bersama, Kabinda, Forkopimda kabupaten, tokoh masyarakat dan pemuka agama dalam menghadapi peningkatan pesat varian baru ini. Menerapkan protokol kesehatan termasuk vaksinasi," Kata Kapolda Irjen Pol Nana Sudjana. 

Selain protokol kesehatan, Kapolda juga menekankan kepada vaksinator agar memperhatikan masa kadaluarsa vaksin karena adanya beberapa vaksin yang akan expired, agar dilakukan juga pendataan masyarakat yang belum melaksanakan vaksin.

Sementara itu, Bupati Takalar H. Syamsari yang mendampingi para petinggi di Sulawesi Selatan tersebut menyampaikan bahwa saat ini capaian vaksinasi kabupaten Takalar 83 persen untuk dosis pertama. 

"Kita targetkan bulan ini sudah mencapai 100 persen, dan untuk dosis kedua kita targetkan bisa terealisasi hingga bulan Maret," kata H. Syamsari.

Ikuti Instruksi Presiden, Abdul Hayat Akan Libatkan LSM dan Ormas Percepat Vaksinasi

Ikuti Instruksi Presiden, Abdul Hayat Akan Libatkan LSM dan Ormas Percepat Vaksinasi

Foto : Sekprov Sulsel turut memantau proses vaksinasi massal di Takalar (Sumber : Humas Pemprov Sulsel)

Menitikata.com - TAKALAR, Presiden RI Joko Widodo, melakukan Peninjauan Vaksinasi Secara Virtual di 17 Provinsi, Jumat, 18 Februari 2022. Kegiatan ini turut diikuti Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, Pangdam IV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Muhammad, dan Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sujana, dari lokasi vaksinasi massal yang dilaksanakan Polres Takalar, di SD No 115 Inpres Galesong, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar.

Dalam arahannya, Presiden Jokowi menekankan agar pemerintah provinsi dan kabupaten kota konsentrasi untuk mempercepat vaksinasi dosis dua dan booster, karena capaiannya masih rendah. Rata-rata dibawah 60 persen. Kemudian, vaksinasi untuk lansia.

"Data terakhir, 69 persen pasien yang meninggal dunia karena Omicron ini adalah lansia dan belum divaksin," kata Jokowi.

Omicron, lanjut Presiden, hanya bisa dikendalikan dengan vaksinasi lengkap dan taat protokol kesehatan. Hal inilah yang harus terus disosialisasikan ke masyarakat.

Sementara, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, yang ditemui usai kegiatan virtual, mengatakan, target vaksinasi di Sulsel mencapai 7 juta orang. Untuk dosis satu, baru sekitar 85 persen dan dosis dua baru 50 persen. Karena itu, vaksinasi dosis dua ini harus terus didorong.

"Vaksin kedua kita masih kurang. Begitupun booster. Yang paling kurang lagi adalah lansia dan anak. Inilah yang harus kita dorong. Sekarang yang banyak meninggal adalah yang lansia belum divaksin," ungkap Abdul Hayat.

Abdul Hayat optimistis, capaian vaksinasi bisa lebih tinggi dengan memaksimalkan potensi LSM, Organisasi Masyarakat (Ormas), hingga partai politik untuk mengambil bagian dan berkontribusi dalam percepatan vaksinasi.

"Sekarang banyak LSM. Ada juga parpol. Kemarin saya di Pemuda Panca Marga, vaksin sekitar dua ratus orang. Kita harap ini jadi model bagi organisasi lain di Sulsel," ujarnya.

Sementara, Pangdam IV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Muhammad, semua Forkopimda harus bersinergi untuk melakukan percepatan vaksinasi. Termasuk bersama-sama membangun kesadaran masyarakat agar mau divaksin dan taat protokol kesehatan.

"Vaksin lansia dan anak-anak masih rendah. Kita harus percepat. Habiskan stok vaksin yang ada, jangan sampai kedaluwarsa," kata Pangdam.

Senada disampaikan Kapolda Sulsel, Nana Sujana. Apalagi, terjadi lonjakan terkonfirmasi positif Covid 19 yang cukup tinggi di Sulsel, dalam dua pekan terakhir.

"Kita harus ambil langkah pencegahan. Kalau lihat kerumunan, bubarkan. Kita juga akan aktifkan kembali operasi yustisi untuk melindungi masyarakat dari virus ini," pungkasnya.

Di sela pelaksanaan Vaksinasi Massal Polres Takalar untuk Masyarakat Kabupaten Takalar ini, juga diserahkan bantuan sembako untuk warga kurang mampu.

Tim Vaksinator bakal door to door, Sekda Takalar : Kita harus tinggalkan cara lama

Tim Vaksinator bakal door to door, Sekda Takalar : Kita harus tinggalkan cara lama

Sekda Takalar memberikan arahan kepada kepala desa dan lurah dalam rangka pelaksanaan vaksinasi door to door

Menitikata.com - TAKALAR, Sekretaris Daerah H. Muh. Hasbi, S.Stp., M.Ap kembali mengevaluasi capaian vaksin ditingkat desa/ kelurahan dengan menghadirkan masing-masing kepala desa dan lurah, Jumat (18/2/2022). 

Evaluasi yang dilangsungkan di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar tersebut sekaligus membahas terkait teknis pelaksanaan vaksin door to door yang akan dilaksanakan 10 hari kedepan. 

Kabupaten Takalar ditargetkan mampu mencapai 100 persen dosis pertama pada 28 Februari mendatang, yang saat ini berada pada capaian 84 persen. 

Untuk mencapai angka tersebut, tim vaksinator akan menjemput 'bola' dengan cara menurunkan tim vaksinator kabupaten door to door ke setiap rumah warga yang belum untuk melakulan vaksinasi. 

"Harus ada langkah solutif untuk mencapai angka 16 persen pada 10 hari terakhir di Bulan Februari. Setelah kita duduk bersama stakeholder terkait memikirkan solusinya maka ditetapkanlah door to door ini atau mobile vaksin atau vaksinator bergerak dari rumah kerumah untuk memvaksin warga yang belum di vaksin," jelas H. Hasbi. 

Lebih detail, Ia menjelaskan bahwa tim vaksinator yang akan door to door  mendapat pengawalan dari aparat desa dan aparat keamanan menyisir rumah warga yang  belum di vaksin. 

"Jadi tim vaksinator akan didampingi oleh kepala desa, babinsa/ babhinkamtibmas masing-masing menyisir rumah warga," tandasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dr. Rahmawati menjelaskan teknis pelaksanaan mobile vaksin yang akan mulai Sabtu 19 Februari-28 Februari. 

"Tim akan mendatangi rumah warga berdasarkan pemetaan dan data real dari kepala desa dan camat. Sehingga tim vaksinator hanya akan mendatangi warga yang belum divaksin," jelas Kadis Kesehatan dr. Rahmawati. 

Kemudian, lanjut dr. Rahma, selain tim vaksinator kabupaten yang berjumlah 23 orang, ada juga bantuan dari tim vaksinator Provinsi mulai 21-28 Februari, namun akan melakukan vaksin secara terpusat tidak door to door yang akan dibantu oleh kepala desa dan lurah. 

Serta bantuan tim vaksinator dari kampus  IPDN dan Lantamal yang akan melakukan vaksin pada 26-27 Januari secara terpusat dibantu oleh Dinas kesehatan.

"Tidak hanya menyasar rumah ke rumah tetapi juga menyasar ke sekolah dasar. Jadi, selain di desa juga akan dilakukan vaksinator di sekolah selama 10 hari kedepan," pungkas dr. Rahma.

Tim bakal Jemput "Bola" demi capaian 100 persen vaksinasi di Takalar

Tim bakal Jemput "Bola" demi capaian 100 persen vaksinasi di Takalar

Bupati Takalar memantau proses vaksinasi

Menitikata.com - TAKALAR, Pemerintah Kabupaten Takalar bersama Polres melakukan analisis dan evaluasi vaksinasi di Mapolres Takalar, 15 Februari 2022.

Hadir pada kesempatan itu Kapolres Takalar AKBP Ghotam Hidayat , Sekda Takalar Muhammad Hasbi. Kadis Pendidikan, Irwan, Kadis Kesehatan, dr. Rahmawati, dan Kadis Dukcapil Abdul Wahab.

Muhammad Hasby pada pertemuan itu menyampaikan agar segera menuntaskan vaksinasi hingga mencapai 100 persen. Untuk langkahnya, Hasbi meminta agar melakukan pola jemput bola dengan mendatangi rumah ke rumah. Apalagi, warga Takalar tinggal menyisahkan 17 persen yang belum vaksinasi.

“Ini kita harus jemput bola karena waktu semakin mendesak, target vaksinasi 100 persen di Takalar harus dimaksimalkan akhir Februari ini,” kata Hasbi. 

Hasby melanjutkan, jika kerja door to door yang dilakukan ini adalah sebuah bentuk inovasi pelayanan kepada masyarakat yang diinginkan oleh Bapak Bupati Takalar, H. Syamsari

Selain itu, pola door to door diharapkan mampu menggenjot progres  vaksinasi yang ingin dicapai pemerintah Takalar.

“Kita buat inovasi pelayanan, kali ini petugas vaksinasi yang berkunjung ke rumah warga. nantinya pihak Dinas Kesehatan mengambil data dari para kepala desa lewat by name by address dan telah diberi tanda di rumahnya, selanjutnya petugas vaksin bersama pak Babinsa, Babinkantibmas dan petugas desa mendatangi rumah warga tersebut,” ungkap mantan Kadis Pertanian itu.

Kapolres Takalar AKBP Ghotam Hidayat, sangat  menyambut baik dan mengamini langkah yang ingin dilakukan pemerintah kabupaten Takalar. Menurutnya, segala hal yang menyangkut kemaslahatan masyarakat akan didukung.

“Langkah model jemput bola atau door to door yang digagas pemerintah Takalar ini perlu diapresiasi dan akan kami dukung, Insya Allah demi kemaslahatan masyarakat kami back up total,” ucap Kapolres yang baru menjabat dua pekan ini.

Saat ini pemerintah kabupaten Takalar berada pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level II disingkat PPKM L2 dan untuk capaian vaksinasi ada pada angka 83 persen berdasarkan data rilis KPCPEN pertanggal 15 Februari 2022.

 Peringatan hari jadi ke-62 Takalar, TP PKK Takalar gebrak masker jilid 2

Peringatan hari jadi ke-62 Takalar, TP PKK Takalar gebrak masker jilid 2

Pengurus TP PKK Takalar berfoto bersama usai membagikan masker

Menitikata.com - TAKALAR, Tim penggerak PKK Kabupaten Takalar membagikan masker serentak di sepuluh kecamatan se-Kabupaten Takalar, Selasa (8/2/2022). 

Pembagian masker dalam rangka hari jadi  ke-62 tahun kabupaten Takalar, yang dilaksanakan bertepatan dengan jadwal rapat rutin TP PKK  bulan Februari. 

Sasaran dalam gebrak masker ini yakni, masyarakat secara keseluruhan sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 varian omicron yang saat ini kembali meningkat. 

"Kita menjadi duta perilaku di masing-masing kecamatan. Saat ini dengan merebaknya covid-19, maka dari itu kita berkomitmen sebagai kader dan pengurus untuk menjadi contoh kepada masyarakat untuk tetap menjaga prokes, dan salah satu yang paling penting adalah memakai masker,"  kata Dr. Hj. Irma Andriani, S.Pi, M.Si. 

Hj. Irma menambahkan, gerakan bagi masker ini bisa disebut gebrak masker jilid 2 oleh TP PKK, setelah gebrak masker jilid 1 yang dilaksanakan tahun lalu. 

"Boleh dibilang ini gebrak masker jilid 2, Meskipun tidak separah gejala covid varian delta, tapi kita harus tetap waspada dan memperketat prokes agar tidak terserang varian omicron," tambahnya. 

Pembagian masker ini dilaksanakan pada 100 titik yakni masing-masing desa dan kelurahan yang dilaksanakan oleh tim penggerak PKK desa/kelurahan.